Honor of Kings (HoK) bukan game baru — di Tiongkok, ini sudah jadi MOBA mobile terpopuler selama bertahun-tahun dengan ratusan juta pemain aktif. Tapi di Indonesia, popularitasnya baru benar-benar tumbuh signifikan belakangan ini, terutama sejak kolaborasi dengan franchise BLEACH yang menarik banyak pemain baru.

Kalau kamu dari Mobile Legends, banyak hal yang terasa familiar. Tapi ada cukup banyak perbedaan yang perlu dipahami agar tidak frustrasi di awal.

Kenapa Honor of Kings Mulai Ramai di Indonesia?

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan HoK di Indonesia belakangan ini:

Bedanya HoK dengan Mobile Legends — Buat Pemain ML yang Pindah

Kalau sudah main ML, ini perbedaan paling penting yang perlu kamu tahu:

Hero Terbaik untuk Pemula HoK

Untuk pemula, pilih hero dengan mekanik sederhana dan dampak yang besar. Ini rekomendasi yang tepat:

Monkey King (Sun Wukong) — Hero fighter/assassin yang ikonik dan relatif mudah dimainkan. Skill-nya straightforward: masuk, output damage, keluar. Kalau sudah familiar dengan dasar-dasar permainan, ini pilihan bagus.

Daji — Mage yang sangat disukai pemula karena skill 1-nya (lingkaran api) bisa terus aktif selama di area tersebut. Damage-nya dari DoT (Damage over Time) yang konsisten, bukan combo skill yang rumit.

Hou Yi — Marksman yang reliable untuk pemula. Skill-nya memiliki stun yang mudah dieksekusi, dan damage output-nya konsisten asalkan posisi aman dijaga.

Mozi — Tank yang sangat cocok untuk pemula. Ultimate-nya yang bisa grab musuh ke posisinya memberikan dampak besar di teamfight tanpa membutuhkan mekanik yang rumit.

Memahami Map dan Role di HoK

Seperti MOBA lain, HoK punya lima role utama:

Untuk pemula, mulai dari mid lane atau support — mid lane mengajarkan rotasi map, dan support mengajarkan cara membaca teamfight tanpa tekanan untuk solo carry.

Seberapa F2P-Friendly Honor of Kings?

Ini kabar baik: HoK dikenal sebagai salah satu MOBA yang cukup ramah pemain gratis. Beberapa hal yang perlu diketahui:

Tips 7 Hari Pertama di HoK

Kalau baru mulai, ini roadmap yang bisa diikuti:

  1. Hari 1–2: Mainkan semua mode tutorial yang tersedia. Jangan skip — tutorial HoK cukup informatif dan memberikan reward juga
  2. Hari 2–3: Coba semua hero gratis rotasi minggu ini di mode VS AI dulu sebelum terjun ke match nyata. Temukan hero yang terasa paling comfortable
  3. Hari 3–4: Mulai main Classic (normal) mode. Fokus pada satu hero saja. Jangan ganti-ganti hero setiap game
  4. Hari 4–5: Perhatikan minimap lebih sering. Di mana musuh terakhir terlihat? Siapa yang hilang dari lane? Kebiasaan baca map ini yang membedakan pemain rata-rata dengan yang bagus
  5. Hari 5–7: Mulai pelajari jungle timer dan objective. Kapan harus ikut fight rebut objective vs tetap di lane
  6. Hari 7+: Kalau sudah terasa nyaman, baru coba ranked. Meskipun di rank bawah, tekanan bermain jauh lebih tinggi dari Classic

HoK adalah investasi waktu yang menarik di awal 2026. Kalau kamu butuh istirahat dari grind MOBA, game kasual di aplikasi seperti 789BNI bisa jadi pilihan untuk santai sejenak.

FAQ

Apakah Honor of Kings tersedia di Indonesia?

Ya, HoK bisa didownload langsung dari Google Play Store dan App Store di Indonesia. Server Asia tersedia dan ping untuk pemain Indonesia umumnya cukup acceptable, meski sedikit lebih tinggi dari ML atau Wild Rift yang punya server Indonesia sendiri.

Apakah pemain Mobile Legends bisa langsung jago di HoK?

Ada transfer skill, terutama pemahaman dasar MOBA seperti last hit, rotasi, dan objective. Tapi mekanik spesifik HoK perlu dipelajari dari awal. Pemain ML bisa adaptasi lebih cepat dari pemain baru MOBA, tapi tetap butuh beberapa minggu untuk benar-benar nyaman.

Berapa lama satu match di Honor of Kings?

Rata-rata match HoK berlangsung 15–20 menit, lebih singkat dari Mobile Legends yang bisa mencapai 25–30 menit. Map yang lebih kecil dan pace permainan yang lebih cepat membuat match terasa lebih dinamis.