Honor of Kings (HoK) bukan game baru — di Tiongkok, ini sudah jadi MOBA mobile terpopuler selama bertahun-tahun dengan ratusan juta pemain aktif. Tapi di Indonesia, popularitasnya baru benar-benar tumbuh signifikan belakangan ini, terutama sejak kolaborasi dengan franchise BLEACH yang menarik banyak pemain baru.
Kalau kamu dari Mobile Legends, banyak hal yang terasa familiar. Tapi ada cukup banyak perbedaan yang perlu dipahami agar tidak frustrasi di awal.
Kenapa Honor of Kings Mulai Ramai di Indonesia?
Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan HoK di Indonesia belakangan ini:
- Kolaborasi IP populer — HoK aktif berkolaborasi dengan franchise besar. Kolaborasi dengan BLEACH yang baru berjalan menghadirkan skin Soul Reaper dan mode permainan khusus yang menarik perhatian luas
- Dukungan esports — Pemerintah Indonesia dan komunitas esports lokal semakin memberi perhatian ke HoK sebagai alternatif MOBA yang diakui secara internasional
- Kualitas visual — desain hero yang terinspirasi mitologi Asia (terutama cerita klasik Tiongkok) terasa fresh dan berbeda dari game MOBA lain
- F2P yang lebih dermawan — dibanding beberapa MOBA lain, HoK dikenal cukup murah hati untuk pemain gratis
Bedanya HoK dengan Mobile Legends — Buat Pemain ML yang Pindah
Kalau sudah main ML, ini perbedaan paling penting yang perlu kamu tahu:
- Map lebih kecil — map HoK lebih kompak dari ML, sehingga rotasi terasa lebih cepat. Match juga cenderung berlangsung lebih singkat
- Recall (balik base) lebih penting — di HoK, timing recall dan balik ke lane sangat krusial. Tidak seperti ML yang bisa tahan lama di lane, di HoK kamu perlu lebih sering balik base untuk heal
- Tidak ada Turtle setara — HoK punya sistem objective yang sedikit berbeda. Ada jungle monster mid-map yang diperebutkan, tapi mekanismenya tidak identik dengan Turtle/Lord di ML
- Sistem hero berbeda — hero di HoK terinspirasi karakter dari cerita klasik Asia, jadi nama dan tampilannya sangat berbeda. Perlu waktu untuk familiar
- Item system — sistem item HoK lebih sederhana dari ML di beberapa aspek, tapi punya nuansa yang berbeda. Tidak bisa langsung copy build dari ML
Hero Terbaik untuk Pemula HoK
Untuk pemula, pilih hero dengan mekanik sederhana dan dampak yang besar. Ini rekomendasi yang tepat:
Monkey King (Sun Wukong) — Hero fighter/assassin yang ikonik dan relatif mudah dimainkan. Skill-nya straightforward: masuk, output damage, keluar. Kalau sudah familiar dengan dasar-dasar permainan, ini pilihan bagus.
Daji — Mage yang sangat disukai pemula karena skill 1-nya (lingkaran api) bisa terus aktif selama di area tersebut. Damage-nya dari DoT (Damage over Time) yang konsisten, bukan combo skill yang rumit.
Hou Yi — Marksman yang reliable untuk pemula. Skill-nya memiliki stun yang mudah dieksekusi, dan damage output-nya konsisten asalkan posisi aman dijaga.
Mozi — Tank yang sangat cocok untuk pemula. Ultimate-nya yang bisa grab musuh ke posisinya memberikan dampak besar di teamfight tanpa membutuhkan mekanik yang rumit.
Memahami Map dan Role di HoK
Seperti MOBA lain, HoK punya lima role utama:
- Baron Lane (top/EXP lane) — Fighter atau tank yang bisa bersolo duel dan sustain lama di lane. Mirip EXP lane di ML
- Jungle — Hero yang fokus clear jungle monster dan melakukan gank ke lane lain. Sama seperti jungler di ML
- Mid Lane — Biasanya mage atau assassin dengan rotasi cepat ke seluruh map
- Dragon Lane (bot/gold lane) — Marksman yang di-protect oleh support, fokus farming untuk scale ke late game
- Support — Hero yang menjaga marksman dan tim, biasanya punya heal atau CC yang kuat
Untuk pemula, mulai dari mid lane atau support — mid lane mengajarkan rotasi map, dan support mengajarkan cara membaca teamfight tanpa tekanan untuk solo carry.
Seberapa F2P-Friendly Honor of Kings?
Ini kabar baik: HoK dikenal sebagai salah satu MOBA yang cukup ramah pemain gratis. Beberapa hal yang perlu diketahui:
- Hero bisa dirotasi trial — setiap minggunya ada hero gratis yang bisa dicoba tanpa harus membeli
- Event gratis cukup murah hati — HoK sering mengadakan event yang memberi hero permanen atau token untuk redeem item gratis
- Skin bukan pay-to-win — seperti kebanyakan MOBA, skin hanya kosmetik dan tidak mempengaruhi performa hero
- Battle Pass worth it — kalau main rutin, battle pass HoK memberikan value yang sangat baik untuk harganya
Tips 7 Hari Pertama di HoK
Kalau baru mulai, ini roadmap yang bisa diikuti:
- Hari 1–2: Mainkan semua mode tutorial yang tersedia. Jangan skip — tutorial HoK cukup informatif dan memberikan reward juga
- Hari 2–3: Coba semua hero gratis rotasi minggu ini di mode VS AI dulu sebelum terjun ke match nyata. Temukan hero yang terasa paling comfortable
- Hari 3–4: Mulai main Classic (normal) mode. Fokus pada satu hero saja. Jangan ganti-ganti hero setiap game
- Hari 4–5: Perhatikan minimap lebih sering. Di mana musuh terakhir terlihat? Siapa yang hilang dari lane? Kebiasaan baca map ini yang membedakan pemain rata-rata dengan yang bagus
- Hari 5–7: Mulai pelajari jungle timer dan objective. Kapan harus ikut fight rebut objective vs tetap di lane
- Hari 7+: Kalau sudah terasa nyaman, baru coba ranked. Meskipun di rank bawah, tekanan bermain jauh lebih tinggi dari Classic
HoK adalah investasi waktu yang menarik di awal 2026. Kalau kamu butuh istirahat dari grind MOBA, game kasual di aplikasi seperti 789BNI bisa jadi pilihan untuk santai sejenak.
FAQ
Apakah Honor of Kings tersedia di Indonesia?
Ya, HoK bisa didownload langsung dari Google Play Store dan App Store di Indonesia. Server Asia tersedia dan ping untuk pemain Indonesia umumnya cukup acceptable, meski sedikit lebih tinggi dari ML atau Wild Rift yang punya server Indonesia sendiri.
Apakah pemain Mobile Legends bisa langsung jago di HoK?
Ada transfer skill, terutama pemahaman dasar MOBA seperti last hit, rotasi, dan objective. Tapi mekanik spesifik HoK perlu dipelajari dari awal. Pemain ML bisa adaptasi lebih cepat dari pemain baru MOBA, tapi tetap butuh beberapa minggu untuk benar-benar nyaman.
Berapa lama satu match di Honor of Kings?
Rata-rata match HoK berlangsung 15–20 menit, lebih singkat dari Mobile Legends yang bisa mencapai 25–30 menit. Map yang lebih kecil dan pace permainan yang lebih cepat membuat match terasa lebih dinamis.