Roblox adalah salah satu platform gaming paling populer di dunia — dan di Indonesia, jumlah penggunanya cukup besar, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah dasar hingga SMP. Dengan lebih dari 70 juta pengguna aktif harian secara global, Roblox bukan sekadar game, tapi platform di mana siapapun bisa membuat dan memainkan game buatan orang lain.
Belakangan ini, Roblox jadi topik pembicaraan di Indonesia setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) yang berencana membatasi akses platform tertentu — termasuk Roblox — untuk pengguna di bawah 16 tahun.
Apa Sebenarnya Roblox?
Kalau kamu orang tua yang belum familiar dengan Roblox, ini penjelasan singkatnya: Roblox adalah platform di mana pemain bisa memainkan ribuan game yang dibuat oleh pengguna lain. Bukan satu game tunggal — ini lebih seperti "toko game" di mana kontennya dibuat oleh komunitas sendiri.
Game-game di Roblox sangat beragam: ada simulator sederhana, role-play, obstacle course, game horror, sampai replika game populer lain yang dibuat ulang. Itulah yang membuat Roblox sangat menarik bagi anak-anak — selalu ada sesuatu yang baru untuk dijelajahi.
Yang perlu dipahami: karena kontennya dibuat oleh jutaan pengguna berbeda, kualitas dan kesesuaian konten sangat bervariasi. Ada game yang sangat cocok untuk anak-anak, tapi ada juga yang kontennya tidak sesuai.
Regulasi Pemerintah Indonesia Soal Roblox
Awal 2026, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menerbitkan regulasi baru yang mengatur akses platform digital untuk anak di bawah 16 tahun. Aturan ini menargetkan platform yang memiliki fitur interaksi sosial — termasuk chat dan teman virtual — yang dianggap memiliki risiko terhadap anak.
Roblox masuk dalam daftar platform yang akan dibatasi aksesnya karena fitur chat antar pemain yang ada di dalamnya. Implementasi teknis dari aturan ini masih dalam proses, tapi poin pentingnya adalah: regulasi ini lahir dari kekhawatiran nyata soal keamanan anak di platform digital.
Terlepas dari implementasi regulasinya, sebagai orang tua ada hal-hal praktis yang bisa langsung dilakukan sekarang untuk membuat pengalaman Roblox anak kamu lebih aman.
Risiko yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Roblox bukan platform yang berbahaya secara inheren, tapi ada beberapa risiko yang perlu disadari:
- Interaksi dengan orang asing — fitur chat memungkinkan siapa saja berbicara dengan anak kamu. Ada kasus di berbagai negara di mana orang dewasa menggunakan Roblox untuk mendekati anak-anak
- Konten tidak sesuai umur — meski Roblox punya sistem moderasi, konten yang tidak sesuai terkadang lolos. Beberapa game dibuat dengan tema yang tidak tepat untuk anak kecil
- Pengeluaran Robux (mata uang Roblox) — anak-anak bisa tergoda membeli Robux untuk item in-game. Tanpa pengawasan, ini bisa jadi pengeluaran yang tidak terkontrol
- Kecanduan gaming — Roblox dirancang untuk membuat pemain terus kembali. Batas waktu bermain perlu ditetapkan secara eksplisit
Cara Setting Parental Control di Roblox
Roblox sebenarnya punya fitur parental control yang cukup lengkap — masalahnya, banyak orang tua tidak tahu cara menggunakannya. Ini langkah-langkahnya:
1. Aktifkan PIN Orang Tua:
- Login ke akun Roblox anak
- Buka Settings → Privacy
- Aktifkan "Account PIN" — PIN ini diperlukan untuk mengubah pengaturan privasi apapun
2. Atur Chat Settings:
- Di Settings → Privacy, cari opsi "Who can chat with me in app"
- Ubah ke "Friends" atau "No one" tergantung tingkat keamanan yang diinginkan
- Untuk anak di bawah 13 tahun, Roblox otomatis membatasi chat — tapi tetap perlu diverifikasi
3. Aktifkan Parental Controls:
- Roblox punya fitur "Parental Controls" terpisah yang membutuhkan email orang tua untuk setup
- Dengan fitur ini, orang tua bisa menerima laporan bulanan tentang aktivitas anak, membatasi kategori konten, dan mengatur limit pengeluaran Robux
4. Verifikasi Usia:
Pastikan tanggal lahir di akun anak diisi dengan benar. Roblox menggunakan tanggal lahir untuk menentukan fitur apa yang bisa diakses — anak di bawah 13 tahun mendapat restriction otomatis yang lebih ketat.
Tips Bermain Roblox yang Aman untuk Anak
- Jangan pernah bagikan informasi pribadi — ajarkan anak untuk tidak pernah memberikan nama asli, sekolah, alamat, atau nomor telepon kepada siapapun di Roblox
- Hanya berteman dengan orang yang dikenal di dunia nyata — request teman dari orang asing sebaiknya ditolak
- Laporkan konten atau pemain yang mencurigakan — ada tombol report di setiap game dan profil pemain. Ajarkan anak untuk menggunakannya
- Tetapkan batas waktu bermain — 1–2 jam per hari adalah batas yang wajar untuk anak sekolah. Konsisten dengan aturan ini jauh lebih penting dari nominalnya
- Main bersama sesekali — main bersama anak kamu di Roblox sesekali membantumu memahami apa yang mereka mainkan dan dengan siapa mereka berinteraksi
Untuk anak yang lebih besar yang butuh alternatif game yang lebih terstruktur dan tidak melibatkan chat dengan orang asing, ada berbagai pilihan game kasual yang tersedia di platform seperti 789BNI — game arcade dan casual yang bisa dinikmati tanpa fitur sosial yang berisiko.
FAQ
Apakah Roblox akan diblokir di Indonesia?
Berdasarkan regulasi terbaru, pembatasan kemungkinan berlaku untuk pengguna di bawah 16 tahun, bukan pemblokiran total. Implementasi teknisnya masih dalam proses. Untuk pemain dewasa, Roblox kemungkinan tetap bisa diakses normal.
Berapa umur minimal yang aman untuk main Roblox?
Roblox sendiri menyarankan untuk pengguna 13 tahun ke atas tanpa pengawasan orang tua. Untuk anak di bawah 13 tahun, disarankan bermain bersama orang tua atau dengan parental control yang sudah dikonfigurasi lengkap.
Apakah Robux perlu dibeli? Bisakah main Roblox tanpa membayar?
Roblox sepenuhnya gratis dimainkan. Robux (mata uang virtual) hanya diperlukan untuk membeli item kosmetik atau akses ke beberapa game premium. Banyak game di Roblox bisa dinikmati 100% gratis tanpa Robux.